Suatu hari ada seorang wanita yang bersifat pemarah hingga hampir tiap hari hidupnya dihabiskan untuk marah. Marah pada suami, anak, teman, dan bahkan orang tua nya. Setiap masalah kecil selalu ditanggapi dengan marah dan marah. Hinga suatu hari ia bertekad untuk mengurangi marahnya.
Si wanita ini pergi menemui Sang Kakek Bijak. Setelah mendengarkan cerita si wanita pemarah itu, Sang Kakek Bijak memberikn sekantong paku dan mengatakan pada si wanita pemarah tadi untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali dia marah.
Di hari pertama, wanita itu sudah memakukan 40 paku ke pagar setiap kali dia marah.
Di hari kedua menjadi 30, di hari ke tiga menjadi 20 dan secara bertahap jumlah itu berkurang.
Dia tersadar, bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada harus memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana si wanita pemarah itu merasa bisa mengendalikan amarahnya secara penuh dan tidak lagi cepat kehilangan kesabarannya..
Dia memberitahukan hal itu kepada Sang Kakek Bijak. Kemudian Sang Kakek Bijak tersebut menyuruhnya untuk mencabut satu paku per hari diwaktu seharian penuh di tidak marah.
Hari-hari berlalu dan si wanita pemarah itu akhirnya memberitahu Sang Kakek Bijak bahwa semua paku sudah selesai tercabut semua olehnya.
Lalu Sang Kakek Bijak tersebut menuntun si wanita pemarah itu ke pagar. Setelah mereka sampai ke pagar belakang milik si wanita pemarah itu, Sang Kakek Bijak berkata,
"Kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang bekas paku ini.... Kayu pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada semua orang disekitarmu, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang di pagar kayu ini di dalam hati orang lain.
Kamu dapat menusuk pisau pada seseorang, kamu juga bisa mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan tahukah kamu bahwa luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik? bahkan lebih sakit. Karena akan terus tersimpan di dalam batin bawah sadar.... "
Yuk mari kita sama-sama meluangkan waktu untuk merenung sebentar, dan mengingat apakah kita pernah berucap buruk kepada orang disekitar kita? apakah sering? atau hanya sesekali dua kali?
Jika memang iya, mari kita benahi lagi ucapan-ucapan kita sebelum ucapan kita menjadi pisau yang menyayat dan mematikan orang lain disekitar kita. ada pepatah mengatakan, mulutmu adalah harimau mu, maka jagalah setiap perkataanmu.
Share ke teman-temanmu, saudaramu, keluarga dan orang-orang yang kau cintai disekitarmu agar kita semua bisa menyadari dampak buruk akibat dari sifat pemarah. :)
"Semakin Banyak Ilmu, Semakin Banyak Tau"

nice post buat yang emosian kaya ane :D
ReplyDeleteOke gan, kalo saya mau marah harus pikir 1000 kali. thx nasehatnya :D
ReplyDeletewkkwkwk berifikir 2jt kali gan :V
ReplyDeleteJadi tau sekarang, untung saya tidak sering marah-marahnya.
ReplyDeletemakasih gan telah Memberi Cara kontrol emosi
ReplyDeletepesan didalamnya kena banget gan,,,mengandung teladan supaya kita sebagai manusia harus bisa menahan amarah,,karena seseorang yang pernah disakiti sama kita,,mungkin secara kata-kata sudah dimaafkan tapi tidak tahu didalam hati sebenarnya......
ReplyDeletesuper sekali :)
ReplyDeletesangat inspiraratif, setiap yang kita lakukan pasti semuanya mempunyai rekam jejak
ReplyDeleteorang yang menahan amarah juga banyak manfaatnya, pahalanya juga banyak ya gan .....
ReplyDeletesangat keren gan..
ReplyDeletemakasih udh share
ceritannya mengharukan,, nilai moranya 100 % masuk..
ReplyDeletemakanya jgn pernah marah nanti disuruh nanem sama nyabut paku
ReplyDelete